Ia juga mengingatkan pentingnya membekali generasi muda dengan prinsip dan karakter yang baik dalam menggunakan media sosial, termasuk menghindari dampak negatif seperti perundungan atau bullying.
Menutup sambutannya, Serena mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum pesta rakyat sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga membawa makna persatuan, kesempatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, meriah, dan penuh sukacita, sekaligus menjadi momentum untuk menghormati sejarah, menjaga budaya, dan bersama-sama membangun masa depan Kota Kupang.
Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Liliba, Maria Jeane Salem, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat nasionalisme, sekaligus merayakan identitas Kota Kupang yang dibangun atas keberagaman suku dan etnis. Mengusung tema adat Timor dari Helong, Semau hingga Malaka dan Belu, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan, kebersamaan, serta melestarikan seni dan budaya lokal di tingkat kelurahan. Rangkaian kegiatan meliputi perlombaan dan kebersihan antar-RT yang telah berlangsung pada 10–11 Agustus, dilanjutkan puncak acara pada 12–14 Agustus dengan pementasan seni dan tarian tradisional, vision show, lomba cita menu pangan lokal berbahan dasar jagung dan ubi, gelar budaya, serta partisipasi UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
