Launching Car Free Night ini melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah, antara lain Dinas Pariwisata, Dispora, Satpol PP, DPMPTSP, DLHK, BISUK, serta dukungan pengamanan dari Polresta Kupang Kota.
Wali Kota juga memberikan apresiasi khusus kepada Komunitas Kupang Runner yang dipercaya sebagai panitia inti pelaksana.
“Di era kepemimpinan saya dan Ibu Wakil, setiap event olahraga harus melibatkan komunitas. Pemerintah tidak boleh jalan sendiri. Komunitas bukan hanya peserta, tapi panitia utama,” ujarnya.
Selain itu, Wali Kota turut mengapresiasi para sponsor yang mendukung kegiatan ini, di antaranya Biznet, PLN, Bank NTT, Bank BNI, Wings Food, Kalbe melalui Hidrokoko dan Fitbar, serta dukungan para camat dan lurah.
Ia juga menyinggung keberhasilan penataan kawasan Saboak yang sebelumnya sempat diragukan, namun kini berkembang pesat dan menjadi penggerak ekonomi UMKM. Menurutnya, Car Free Night akan semakin menguatkan ekosistem ekonomi kreatif di kawasan tersebut.
“Banyak hal yang awalnya dianggap tidak mungkin. Tapi kalau dikerjakan dengan ikhlas dan gotong royong, pasti jadi mungkin. It always seems impossible until it is done,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang, Margaritha Salean, SE., MAP, dalam laporannya menyampaikan bahwa Car Free Night merupakan upaya strategis Pemkot Kupang menghadirkan ruang kota tanpa kendaraan bermotor, guna meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, serta interaksi sosial.





