Wali Kota Kupang Tekankan Kebersamaan dan Transformasi Digital pada Pembukaan Muspas 2025

Reporter: Chris Dethan/Eman Hala.  
| Editor: Pisto Bere/FD

Sementara itu, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, menegaskan bahwa tema Muspas 2025 berakar pada hakikat Gereja sebagai persekutuan dan perutusan.

Menurutnya, Gereja di tengah masyarakat modern yang kompleks dipanggil untuk tidak mundur menghadapi perubahan, tetapi tampil sebagai pelopor harapan, keadilan, dan kasih Tuhan. Dalam konteks ini, transformasi pendidikan menjadi strategi penting membentuk manusia yang lebih adil dan sejahtera, dimulai dari keluarga hingga masyarakat luas.

Bacaan Lainnya

Mgr. Hironimus Pakaenoni juga menekankan kesinambungan tema Muspas dengan arah pastoral Gereja universal dan nasional, mulai dari Sinode Para Uskup, 100 tahun Konferensi Waligereja Indonesia, hingga Yubileum Gereja Katolik 2025. Ia mengajak umat untuk melihat setiap tantangan sebagai peluang dan tetap berjalan bersama semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Sebelumnya Ketua Panitia Muspas, RD. Yonas Kamlasi, S.Fil., M.M., menyampaikan bahwa Muspas kali ini diikuti 220 peserta yang terdiri dari imam, biarawan-biarawati, perwakilan Dewan Pastoral Paroki, Kelompok Umat Basis, serta lembaga kategorial di Keuskupan Agung Kupang. Rangkaian kegiatan berlangsung 29 September hingga 3 Oktober 2025, dengan misa pembukaan di Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui dan misa penutupan di Paroki St. Maria Assumpta Kota Baru.

Pos terkait