Lebih jauh, dr. Christian mengatakan Pemerintah Kota Kupang perlu membangun ekosistem kepemudaan yang memungkinkan anak-anak muda berkembang sesuai potensi masing-masing.
Ekosistem tersebut, antara lain melalui ruang kreatif, akses jejaring dan informasi, serta pendidikan yang relevan dengan kebutuhan daerah dan dunia kerja.
Pemerintah juga perlu melakukan pemetaan talenta generasi muda di berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi, desain grafis, musik, olahraga hingga sektor kreatif lainnya.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan menyediakan pendidikan formal.
Pemerintah juga harus membantu anak muda menemukan potensi, membangun jejaring dan mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuannya.
Dalam konteks keterlibatan generasi muda dalam politik, dr. Christian mengingatkan mahasiswa agar tidak bersikap apatis.
Menurutnya, keterlibatan politik tidak selalu berarti harus masuk sebagai calon legislatif atau menduduki jabatan politik.
Keterlibatan dapat dimulai dari keberanian berdiskusi, memahami kebijakan publik, mencermati rekam jejak calon pemimpin dan menggunakan hak politik secara bertanggung jawab.
“Jangan apatis. Kalian harus mulai terlibat. Terlibat itu bukan berarti harus menjadi caleg. Terlibat itu artinya berani berdiskusi,” tegasnya.





