Mengutip Nelson Mandela, Wali Kota mengatakan, “Hidup bukan tentang kita sendiri, tetapi tentang bagaimana kita membuat perubahan bagi kehidupan orang lain.”
Ia juga menekankan pentingnya loyalitas, disiplin, dan etika kerja sebagai ASN yang kini menjadi bagian dari perahu besar Pemerintah Kota Kupang.
“Mulai hari ini Bapak-Ibu sudah bukan honor atau PTT lagi, tetapi ASN. Artinya, harus tertib, taat pada aturan, menghargai pimpinan, dan sejalan dengan visi, misi, serta program Pemerintah Kota Kupang,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar para PPPK menjaga penampilan, ketepatan waktu, dan sikap profesional dalam memberikan pelayanan publik, karena hal kecil mencerminkan kedisiplinan dan keseriusan dalam bekerja. Selain itu, Wali Kota menegaskan bahwa status sebagai ASN bukanlah hal yang abadi. “Kita tahu apa yang kita punya, tapi kita tidak tahu kapan itu bisa hilang. Jadi jangan anggap status ini abadi. Bekerjalah dengan benar, tetap rendah hati dan disiplin,” pesannya.
Menutup sambutan, Wali Kota mengajak seluruh PPPK untuk merayakan momen ini dengan sederhana dan penuh rasa syukur, serta mengelola keuangan secara bijak.
“Rayakanlah dengan doa dan makan malam sederhana bersama keluarga. Jangan gadai SK untuk beli motor atau mobil. Taspen nanti akan bantu memberi pelatihan tentang pengelolaan keuangan yang baik,” imbuhnya.
