Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan komitmen bersama.
Menurutnya, membangun komitmen merupakan hal yang mudah, namun menjaga konsistensi dalam menjalankannya adalah tantangan terbesar.
“Tanpa komitmen kita tidak bisa memulai pekerjaan, tetapi tanpa konsistensi kita tidak akan bisa mengakhiri pekerjaan itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menyoroti tantangan pengelolaan air di Kota Kupang yang tidak hanya dipengaruhi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, tetapi juga pertumbuhan jumlah penduduk yang menyebabkan kebutuhan air terus meningkat.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, Perumda Air Minum, pemerintah provinsi, lembaga keagamaan, organisasi sosial kemasyarakatan, hingga komunitas dan LSM dalam mendukung pengelolaan sumber daya air secara terpadu.
“Kalau kita mau berjalan cepat, kita bisa berjalan sendiri. Tetapi kalau kita mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama,” katanya.
Di akhir sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk menjaga Kota Kupang sebagai bentuk tanggung jawab kepada generasi mendatang.
“Di setiap drainase yang kita perbaiki, di setiap mata air yang kita rawat, dan di setiap bendungan yang kita bangun, kita sedang menjaga generasi yang belum lahir,” ujarnya.
