“Empat hal ini mungkin terdengar sederhana, tetapi justru menjadi pembeda bagi mereka yang mampu bertahan dan berhasil di tengah perubahan. Teruslah belajar, tetap rendah hati, dan jangan pernah berhenti memberikan yang terbaik di mana pun kalian berkarya,” pesannya.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah garis akhir, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat. Keberhasilan seseorang, menurutnya, tidak diukur dari banyaknya gelar yang dimiliki, tetapi dari manfaat yang mampu diberikan kepada sesama.
“Bangsa ini bukan hanya membutuhkan orang-orang pintar, tetapi juga membutuhkan lebih banyak orang baik. Ukuran keberhasilan bukan seberapa banyak gelar yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan bagi sesama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyampaikan apresiasi kepada STIPAS Keuskupan Agung Kupang yang dinilai telah berkontribusi besar dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus berkarakter.
“Pemerintah Kota Kupang mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada STIPAS yang telah membantu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Membangun kota bukan hanya membangun gedung, jalan, dan jembatan, tetapi juga membangun manusia yang memiliki pendidikan, kesehatan, kepedulian, serta saling menghormati,” ungkapnya.




