Pemkot, lanjutnya, telah melakukan operasi pasar murah, sidak distributor, hingga realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT). Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu global seperti konflik di Timur Tengah yang memicu panic buying. Bahkan Wali Kota juga memastikan stok BBM kepada pihak Pertamina sehingga masyarakat tidak kuatir akan ketersediaan BBM dalam beberapa waktu ke depan.
“Diskusi ini harus menghasilkan langkah konkret. Kita ingin keputusan cepat, koordinasi solid, dan aksi nyata di lapangan,” katanya.
Di sisi digitalisasi, Wali Kota mengumumkan peluncuran digitalisasi pajak daerah bekerja sama dengan BNI, BRI, dan Mandiri.
Ia menyebut langkah ini sebagai simbol perubahan budaya birokrasi. “Dari manual menuju digital. Dari lambat menuju cepat. Dari tertutup menuju transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Kota Kupang sebelumnya juga meraih penghargaan TP2DD terbaik untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa mengubah layar kita. Dunia bergerak ke digital, kita harus beradaptasi,” tegasnya.
Selain itu pada kesempatan yang sama, Pemkot Kupang menandatangani MoU dengan Angkasa Pura Indonesia terkait peniadaan BPHTB guna mendukung pengembangan bandara sebagai gerbang ekonomi.
