Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa keberagaman iman bukanlah penghalang dalam bekerja, melainkan kekuatan untuk saling menghormati dan melayani bersama. Keberagaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun Kota Kupang sebagai rumah bersama yang rukun, damai, dan inklusif.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pendeta yang memimpin ibadah serta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari MC, pemain musik, singer, hingga tim perlengkapan.
Serena C. Francis turut mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh ASN sepanjang tahun 2025. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik Pemerintah Kota Kupang telah mencapai 80 persen. Capaian tersebut, menurutnya, patut disyukuri namun tidak boleh membuat aparatur berpuas diri.
“Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kinerja yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Wakil Wali Kota menegaskan bahwa tantangan pelayanan ke depan semakin kompleks seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat. Oleh karena itu, ibadah penyegaran iman tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi titik tolak untuk memperkuat komitmen pelayanan.
