Wakil Wali Kota Kupang Buka Temu Koordinasi Penguatan Kewirausahaan di GMIT Center

Reporter: Chris Dethan 
| Editor: Pisto Bere/FD

Hal tuturnya, serupa juga terjadi pada ekonomi kreatif, yang meski menjadi motor pertumbuhan ekonomi, masih menghadapi kendala dalam akses pasar, kualitas pelatihan, dan keberlanjutan pendampingan.

Wakil Wali Kota menjelaskan, Pemerintah Kota Kupang terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendorong pertumbuhan usaha lokal. Salah satunya melalui Saboak (Sunday Market Buat Orang Kupang) yang setiap akhir pekan melibatkan ratusan UMKM dengan perputaran ekonomi mencapai ratusan juta rupiah. Pemerintah juga memfasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis, menyelenggarakan pelatihan, pendampingan, serta memperkuat akses permodalan lewat kerja sama dengan lembaga keuangan.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Pemkot menggali potensi budaya sebagai daya tarik ekonomi kreatif dengan menghadirkan event budaya di setiap kelurahan. Event ini, kata Serena, bukan hanya sebagai hiburan, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, perangkat kelurahan, hingga warga untuk menciptakan atraksi unik sesuai karakter komunitasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga menyoroti peran Sinode GMIT yang konsisten menggerakkan ekonomi jemaat melalui berbagai upaya pemberdayaan, termasuk inisiatif GG Mart yang bekerja sama dengan Bank Indonesia. Menurutnya, GG Mart menjadi simbol kemandirian ekonomi jemaat sekaligus wadah pemasaran produk lokal.

Pos terkait