“Kita tidak sekadar memindahkan pelayanan dari meja ke layar. Yang kita bangun adalah cara baru pemerintah melayani, lebih sederhana, lebih cepat, lebih transparan, dan semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.
Capaian 2026 sekaligus memperpanjang rekam jejak Kota Kupang dalam Championship TP2DD. Setelah meraih Terbaik II pada 2023, Kota Kupang naik menjadi Terbaik I pada 2024, kemudian mempertahankannya pada 2025 dan kembali meraih posisi yang sama pada 2026.
Wali Kota menegaskan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, perangkat daerah, pelaku usaha dan masyarakat memiliki peran dalam membangun ekosistem transaksi digital di Kota Kupang.
Karena itu, ujarnya penghargaan tersebut tidak boleh berhenti sebagai catatan prestasi.
“Kita apresiasi capaian ini, tetapi setelah penghargaan, pekerjaan kita justru semakin besar. Ukuran akhirnya bukan penghargaan, melainkan seberapa jauh masyarakat merasakan manfaat dari perubahan yang kita lakukan,” tegasnya.
Dia menambahkan ke depan Pemerintah Kota Kupang akan terus memperluas transformasi digital, tidak hanya pada pembayaran pajak dan retribusi, tetapi juga menuju ekosistem ekonomi digital yang lebih luas. Fokusnya mencakup perluasan transaksi non-tunai, peningkatan literasi digital masyarakat, dukungan terhadap UMKM, penguatan integrasi layanan, serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.(prokopimsetdakotakupang)
