Sementara itu, Plt. Kepala SMPN 11 Kupang, Emmanuella Mariella Ibo, S.Pd., menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Kupang bagi siswi-siswi dari keluarga prasejahtera.
“Sebagian besar siswa kami berasal dari keluarga prasejahtera. Program ini sungguh luar biasa dan sangat membantu. Terima kasih kepada Ibu Wakil Wali Kota dan semua pihak yang hadir,” ujarnya.
Ia juga memaparkan kondisi sekolah yang saat ini menampung 976 siswa dengan 77 tenaga pendidik dan pegawai. SMPN 11 masih membutuhkan tambahan ruang kelas, karena jumlah rombongan belajar mencapai 31 rombel, sementara ruang kelas yang tersedia baru 26 RKB.
Pada sesi bersama mama-mama di Fatukoa dan Naioni, Serena kembali menekankan pentingnya solidaritas antar perempuan, sekaligus mengingatkan kewaspadaan terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Ia menyampaikan bahwa Dinas P3A menyediakan layanan pengaduan bagi warga yang membutuhkan pendampingan.
“Perempuan yang sehat adalah pilar keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat adalah fondasi Kota Kupang yang maju,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penegasan bahwa Pemerintah Kota Kupang akan terus menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan nyata warga, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas hidup.





