Serena juga menyampaikan, dalam keluarga yang memiliki dua hingga empat perempuan usia produktif, pengeluaran untuk pembalut bisa mencapai Rp40.000-Rp80.000 per bulan. Dengan adanya bantuan dari Ina Kasih, anggaran tersebut diharapkan dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendasar seperti beras, sayur, dan ikan.
Yang paling penting, kata dia, menstruasi tidak boleh menjadi alasan anak perempuan absen dari sekolah. “Melalui Ina Kasih, kita ingin memastikan tidak ada lagi anak perempuan yang tidak masuk sekolah hanya karena tidak punya pembalut. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi soal martabat dan kemanusiaan,” tegasnya.
Kepada para siswi, Wakil Wali Kota juga menitip pesan agar tetap menjaga diri dan fokus pada masa depan, terutama di tengah derasnya arus media sosial.
“Di era sekarang, mudah sekali terpengaruh hal-hal negatif. Jangan bandingkan diri dengan apa yang kalian lihat di Instagram atau TikTok. Fokus pada masa depan. Kalian adalah harapan keluarga dan masa depan Kota Kupang,” katanya.
Sebagai penguat motivasi, ia berbagi kisah bahwa dirinya pernah mengambil langkah besar di usia muda, termasuk saat maju sebagai calon Wakil Wali Kota pada usia 25 tahun, sebagai pesan bahwa anak muda patut berani bermimpi dan bekerja keras mengejar tujuan.
