Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menitipkan pesan khusus kepada para guru agar tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membantu anak-anak menjaga mimpi dan cita-cita mereka.
Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menjadi apa saja di masa depan, tetapi mimpi tersebut perlu dirawat sejak dini.
“Berapa dari mereka yang berhasil menjaga mimpi mereka itu. Jadi ini bukan tentang mimpi besar. It’s not about a big dream, it’s about how you keep that big dream when you grow old,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan memiliki tugas penting untuk memastikan semangat dan rasa percaya diri anak-anak tidak padam ketika mereka menghadapi tantangan dalam perjalanan hidup.
“Tugas kita bukan hanya membuat anak-anak bermimpi, tetapi menjaga agar mereka tidak kehilangan mimpi itu ketika mereka tumbuh dewasa,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala UPTD SD Inpres Oesapa, Restiana Embong, S.Pd., Gr., dalam laporannya menjelaskan perjalanan pembangunan dan pembenahan fasilitas sekolah tersebut. Pada awalnya, UPTD SD Inpres Oesapa memiliki enam ruang kelas. Pada 2013, sekolah memperoleh bantuan tambahan lima ruang kelas, satu ruang guru, dan satu ruang UKS. Selanjutnya pada 2017, kembali dibangun empat ruang serta satu perpustakaan.





