Sementara itu, Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Gereja Katolik, Romo Mikael Endro Susanto mengapresiasi kemampuan pemerintah menjaga stabilitas politik dan kerukunan antarumat beragama di tengah dinamika sosial yang beragam. Ia menilai Presiden Prabowo berhasil menciptakan iklim politik yang tenang, terbuka, dan inklusif, serta mengedepankan semangat toleransi. Romo Mikael juga menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas, terutama di wilayah dengan tingkat kesejahteraan rendah. Program tersebut, menurutnya, tidak hanya bernilai sosial tetapi juga memperkuat rasa persatuan antarwarga melalui semangat gotong royong.
Sekretaris Jenderal Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI), Anwar Sastro Ma’ruf, turut memberikan pandangannya. Ia menilai satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo menunjukkan arah kebijakan yang progresif, terutama dalam bidang pangan, gizi, dan kedaulatan sosial. Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah terobosan besar yang seharusnya sudah dilakukan sejak lama. Program ini tidak hanya memperbaiki asupan gizi anak-anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal. Sastro menilai langkah pemerintah ini sejalan dengan visi membangun bangsa yang berdikari dan berkarakter, dengan menumbuhkan kemandirian pangan dari daerah.





