Plh. Kadis P2KBP3A Malaka: Kasus Kekerasan di Malaka Memprihatinkan dan Membutuhkan Perhatian Serius Semua Pihak

Reporter: Pisto Bere 
| Editor: Redaksi

Melihat kondisi tersebut, pihak dinas berencana melaporkan situasi ini kepada Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, guna mendapatkan dukungan dan rekomendasi untuk memperkuat kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Malaka.

“Kita tidak ingin kasus seperti ini terus berulang. Karena itu, kami akan membangun kolaborasi dengan para kepala desa agar sosialisasi pencegahan bisa menjangkau masyarakat sampai ke tingkat paling bawah,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Andreas, pelibatan kepala desa sangat penting karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki anak usia dini, baik yang berpendidikan maupun yang tidak. Edukasi dinilai menjadi kunci untuk memutus rantai kekerasan sejak dari lingkungan keluarga.

Selain menyasar orang tua, sosialisasi juga akan difokuskan kepada pelajar tingkat SD hingga SMA. Kelompok usia ini dianggap rentan, sehingga perlu dibekali pemahaman tentang perlindungan diri serta keberanian melapor jika mengalami kekerasan.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh, sejumlah pelaku kasus pelecehan seksual, kekerasan terhadap anak, serta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang saat ini ditahan di Lapas Atambua, sebagian besar berasal dari wilayah Malaka.

Pos terkait