Dewan Evi menegaskan, Literasi merupakan fondasi penting bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, tingkat literasi yang tinggi berkorelasi positif dengan peningkatan kualitas hidup, partisipasi aktif dalam pembangunan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
Sementara itu, Ketua Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) NTT Polikarpus Do, dalam sambutanya mengatakan, jika bicara soal literasi kita harus menjadi tutor bagi anak-anak kita, kita harus bergerak literasi dari diri kita.
Dirinya mengatakan, Literasi mulai dari desa, ekosistem literasi harus bergerak dari bawa, serta ekosistem sekolah harus tumbuh.
“Kita harus menjadi tutor bagi anak-anak”, sesungguhnya literasi itu mulai dari diri kita sendiri. Jadi semua harus menjadi nadi untuk masa depan anak-anak Kita” Ujarnya
Lanjutnya, persoalan bukan di generasi emasnya, tapi bagaimana kita mempersiapkannya untuk menuju generasi emasnya. Bagaimana kita membangun peradaban literasi bertumbuh mulai dari desa. Ekosistem literasi harus tumbuh.
“Apa yang kita bahas ini bisa sampai ke pengambil kebijakan ya itu Bupati, gubernur dan anggota DPR” Ungkapnya
Sementara itu, Tim Pendamping Pengendalian, Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bidang Pendidikan Drs. Yohanes Lau, M.Si., mengatakan, dengan adanya kehadiran dirinya bersama tim ini memiliki niat yang positif, dimana memiliki rasa prihatin kepada anak-anak yang belum bisa membaca, putus sekolah.




