Percepatan Pembangunan Gedung Jadi Fokus Program Sekolah Rakyat

Jakarta – Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan seluruh fasilitas pendidikan dapat selesai sesuai jadwal dan siap digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II saat ini menjadi perhatian utama pemerintah. Berbagai langkah dilakukan untuk mengatasi hambatan yang muncul selama proses pembangunan, baik dari sisi pembiayaan maupun pelaksanaan di lapangan.

Bacaan Lainnya

“Koordinasi dengan Danantara dilakukan hampir setiap hari. Apabila ditemukan kendala pendanaan maupun persoalan lain di lapangan, kami segera mencarikan jalan keluar agar proses pembangunan tetap berjalan lancar. Saat ini para kontraktor juga semakin yakin dan mempercepat pekerjaan demi memenuhi target yang telah ditetapkan,” ujar Dody.

Menurutnya, waktu pelaksanaan yang terbatas menjadi tantangan terbesar dalam proyek tersebut. Karena itu, pengawasan dilakukan secara intensif setiap hari dengan melibatkan berbagai pihak agar pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas hasil pekerjaan.

Data Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU per 4 Juni 2026 menunjukkan rata-rata progres fisik pembangunan di 93 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II telah mencapai 71,13 persen. Sebanyak 12 lokasi bahkan telah masuk kategori zona hijau karena progres pembangunannya melampaui 80 persen.

Beberapa daerah yang mencatat capaian pembangunan tertinggi antara lain Kota Semarang dengan progres 86,58 persen, Kabupaten Sragen 86,09 persen, Kota Bengkulu 85,77 persen, Kota Medan 85,69 persen, serta Kabupaten Sidenreng Rappang 84,83 persen. Untuk mempercepat penyelesaian proyek yang ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, pemerintah mengerahkan sekitar 78.113 tenaga kerja dan menambah dukungan personel TNI di sejumlah lokasi yang membutuhkan percepatan.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Kemensos terus memperkuat implementasi Program Sekolah Rakyat, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun perluasan jangkauan peserta didik.

“Kami terus melakukan pembenahan internal dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk tenaga kerja dan dukungan anggaran bersama Kementerian PU, agar gedung permanen Sekolah Rakyat dapat segera terwujud dan mampu menampung lebih dari seribu siswa,” kata Gus Ipul.

Selain fokus pada pembangunan fisik, Kemensos juga aktif menjangkau anak-anak yang putus sekolah, belum pernah bersekolah, maupun yang berisiko tidak melanjutkan pendidikan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program Sekolah Rakyat diperkirakan akan melayani lebih dari 47 ribu siswa pada tahun ajaran ini dan diharapkan mampu memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi kelompok rentan di berbagai wilayah Indonesia.

Pos terkait