Kehadiran Bapak Ibu, ungkapnya tentu menjadi energi baru dalam upaya memperkuat sistem pelayanan kesehatan dasar di Kota Kupang,” ujarnya.
Perwakilan dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Inez Ayu, menjelaskan bahwa pihaknya bersama UGM dan UNICEF sedang melaksanakan penelitian aksi partisipatif untuk mendukung institusionalisasi kader kesehatan di NTT, dengan lokus di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan memperkuat keberlanjutan peran kader posyandu, baik dari sisi regulasi, kelembagaan, maupun dukungan sumber daya.
“Posyandu kini tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga sudah masuk pada pemenuhan standar pelayanan minimal di bidang kesehatan dan sektor lain. Karena itu penting memastikan kader memiliki dukungan regulasi, pembinaan, dan fasilitas memadai agar berfungsi optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA dari UGM menambahkan, penelitian ini akan berlangsung pada Oktober–November 2025 dengan melibatkan wawancara dan pengumpulan data di berbagai perangkat daerah.
“Kami ingin mendokumentasikan praktik baik sekaligus menemukan model kelembagaan kader kesehatan yang berkelanjutan, sehingga bisa direplikasi di daerah lain,” ungkapnya.
