Hengky yang juga Wakil Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang turut menekankan pentingnya edukasi dan pencegahan HIV/AIDS di kalangan anak dan remaja. “Edukasi kepada anak dan remaja harus dilakukan dengan informasi yang benar, sesuai usia dan dengan pendekatan yang tepat, serta tidak melahirkan stigma dan diskriminasi,” ujarnya.
Menurutnya, pencegahan HIV/AIDS maupun persoalan kesehatan peserta didik lainnya tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Sekolah, UKS, Puskesmas, KPA, orang tua, dan lingkungan sosial harus bergerak dalam satu sistem yang saling menguatkan.
“Sekolah memiliki peran dalam edukasi dan deteksi dini. Puskesmas memperkuat pelayanan, pembinaan dan rujukan. Orang tua memberikan dukungan dari rumah. Kalau semua bergerak bersama, persoalan kesehatan peserta didik dapat kita tangani lebih cepat dan terpadu,” jelasnya.
Ia menegaskan, penguatan UKS/M sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang menjadikan Kota Kupang sebagai Kota Kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Hengky mengajak seluruh peserta rakor menjadikan forum tersebut sebagai ruang evaluasi untuk menyampaikan kondisi, kendala, dan kebutuhan sekolah sehingga dapat dirumuskan langkah yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di Kota Kupang.
