Lebih dari itu, kesepakatan tersebut merupakan keputusan bersama mengenai prioritas pembangunan dan manfaat yang harus dirasakan masyarakat
“Ukuran keberhasilan APBD bukan semata-mata berapa besar anggaran yang kita belanjakan, tetapi seberapa besar manfaat yang kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memastikan program yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan secara tepat waktu, tepat sasaran, transparan dan akuntabel.
Sementara itu, dalam pemandangan akhir fraksi, Ketua Fraksi Hanura Perindo PSI Bersatu, Danial J.A. Boling, A.Md., menyampaikan apresiasi terhadap berbagai upaya Pemerintah Kota Kupang meningkatkan kinerja pembangunan, terutama melalui ekstensifikasi dan intensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah.
Fraksi tersebut juga mendorong agar sisa waktu pelaksanaan APBD 2026 dimanfaatkan secara optimal, dengan memberikan perhatian pada sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur jalan yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Senada, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra, Dance Bistolen, S.Pd., mendorong pemerintah terus menggali sumber-sumber PAD baru sesuai potensi Kota Kupang.
Ia menyoroti pengembangan Kota Kupang sebagai kota jasa, kota pelajar, serta penguatan sektor pariwisata dan hiburan, termasuk optimalisasi peran Perumda dan pengembangan kerja sama lintas sektor.
