Karena itu, ia berharap bantuan yang diserahkan dapat meringankan beban warga, membantu memenuhi sebagian kebutuhan dasar, sekaligus memberikan kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit dan melewati masa sulit.
“Bantuan ini mungkin belum dapat menjawab seluruh kebutuhan masyarakat. Namun, kami berharap apa yang kami bawa hari ini dapat meringankan beban dan menguatkan hati saudara-saudara kita untuk bangkit kembali,” katanya.
Wawali menegaskan, kepedulian terhadap korban bencana tidak boleh berhenti pada rasa prihatin, doa, atau ungkapan simpati. Kepedulian harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Bagi Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, kehadiran di Sumba Barat Daya merupakan wujud persaudaraan antardaerah yang melampaui batas geografis. Kota Kupang dan Sumba memang berada di wilayah yang berbeda, tetapi keduanya merupakan bagian dari keluarga besar Nusa Tenggara Timur.
“Ketika saudara kita mengalami kesulitan, yang dibutuhkan bukan hanya doa dan kata-kata penghiburan, tetapi juga kehadiran dan uluran tangan,” tegasnya.
Ia pun mengajak pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen kemanusiaan untuk terus bergandengan tangan mendukung penanganan dampak bencana dan proses pemulihan warga.
