“Tidak boleh habis di seremonial. Uangnya harus dirasakan langsung oleh atlet,” ujar Wali Kota.
Untuk memperluas pencarian bibit muda potensial, Wali Kota juga meminta agar Wali Kota Cup menjadi agenda tahunan resmi PBSI dan terdaftar dalam sistem nasional PBSI. Ia menegaskan bahwa turnamen tersebut difokuskan bagi pembinaan usia dini, sementara pertandingan dewasa tetap digelar sebagai pelengkap agar suasana kompetisi semakin meriah.
Wali Kota juga menekankan perubahan paradigma dalam pembinaan olahraga di Kota Kupang.
“Selama ini yang diperhatikan hanya cabang-cabang prioritas. Saya ingin olahraga yang selama ini terlupakan juga kita hidupkan kembali,” ujarnya.
Ia bahkan membuka ruang dukungan hingga ke cabang seperti catur, tenis meja, biliar, dan bridge, termasuk bulu tangkis yang kini sedang dibangkitkan kembali.
Wali Kota meminta agar PBSI melibatkan pengusaha dan komunitas pencinta bulu tangkis sebagai bagian dari gerakan bersama membina atlet dan dukungan penyelenggaraan event.
“Kolaborasi akan memperbesar dukungan. Kita siapkan anggaran, tapi swasta juga harus terlibat agar ada rasa memiliki,” pintanya.
Ketua PBSI Kota Kupang, Jeffry Usboko menjelaskan tujuan audiens ini untuk memperkenalkan para pengurus PBSI Kota Kupang yang baru terpilih pada musyawarah PBSI Kota Kupang belum lama ini. Bersama para pengurus mereka ingin menyampaikan program kerja selama periode 2025-2029, sekaligus mohon masukan dari Wali Kota.
