Melalui program ini, lanjut Folgen Fahik, aktivitas mengopi diubah menjadi ruang belajar yang inklusif, selain itu, menyediakan akses buku-buku bacaan berkualitas di tempat-tempat berkumpul warga, juga diskusi dan bedah buku, menjadikan Literasi kopi sebagai ruang publik dan mimbar gagasan untuk membahas berbagai tema yang berkembang di Malaka dan Indonesia.
Selain itu juga, lanjut Kadis Folgen Fahik, ini juga sebagai pemberdayaan pemuda, untuk itu, dirinya mengajak generasi muda untuk lebih produktif, mencintai literasi, sekaligus bangga akan potensi daerahnya.
Dikatakan nya, Menuju Indonesia Emas dari Tapal Batas Pihak Dinas Perpustakaan menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh langkah Relima Malaka. Dukungan ini dapat berupa fasilitasi ruangan yang tersedia dilantai tiga kantor Perpustakaan, distribusi buku, kolaborasi event literasi, hingga pembinaan penguatan kelembagaan komunitas.
”Ketika literasi didekatkan dengan cara yang menyenangkan seperti lewat budaya kopi, sekat-sekat kaku dalam belajar akan runtuh. Kita ingin memastikan bahwa anak-anak dan masyarakat di tapal batas ini memiliki kesempatan yang sama untuk memperluas cakrawala dunia, menyongsong Indonesia Emas,” ujar Dinas Perpustakaan Folgen Fahik
