Selain bidang kesehatan dan gizi, Hariqo menegaskan pemerintah juga melakukan langkah besar di sektor pendidikan.
“Sudah ada belasan ribu sekolah yang diperbaiki dengan anggaran Rp22 triliun dan melahirkan 400 ribu tenaga kerja baru. Ini revitalisasi sekolah terbesar sepanjang era reformasi,” jelasnya.
Menurutnya, kebijakan pemerataan teknologi pendidikan terus didorong melalui pembagian interaktif flat panel ke 200 ribu sekolah dan laptop gratis bagi siswa, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Presiden memuliakan saudara-saudara kita di desil satu dan desil dua. Semua untuk tiga hal: anak Indonesia harus sehat, panjang usia, dan berprestasi,” tuturnya.
Hariqo juga menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda hari ini terasa nyata dalam kehidupan berbangsa yang semakin solid.
“Yang patut kita apresiasi di Sumpah Pemuda ini, dalam satu tahun sudah tidak ada polarisasi seperti dulu. Kita sudah bersumpah menjadi satu bangsa Indonesia. Mudah-mudahan ini jadi batu loncatan untuk 2026 yang lebih kencang lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Billy Mambrasar, tokoh pemuda Papua, mengapresiasi sinergi kebijakan pemerintah yang membuka ruang besar bagi peran generasi muda di berbagai sektor.
“Keterlibatan pemuda-pemudi dalam menjalankan dapur sangat signifikan hingga mampu memberikan makan siswa dan mengajak petani milenial. Program Presiden ini bukan hanya satu persatu, tapi satu kesatuan,” katanya.
