Adapun rincian bantuan fisik dan logistik TASPEN yang disiapkan meliputi: 400 paket sembako senilai Rp60 juta untuk memenuhi kebutuhan pangan harian masyarakat, 7 unit genset senilai Rp70 juta guna menyokong ketersediaan penerangan dan daya listrik di lokasi pengungsian, 25 unit terpal senilai Rp25 juta sebagai bahan pembuatan tempat tinggal sementara serta bantuan Obat-obatan untuk mendukung penanganan kesehatan para pengungsi.
Komisaris Utama PT TASPEN, Fary Djemy Francis, menjelaskan bahwa sejatinya jajaran direksi dan manajemen TASPEN berencana menyerahkan bantuan secara langsung ke Bajawa dan Boawae di Kabupaten Nagekeo. Namun, kendala penerbangan akibat dinamika gempa susulan membuat proses penyerahan dialihkan secara simbolis di Kupang melalui IKADA dan Gekrafs NTT, sementara tim TASPEN Kantor Cabang Ende telah lebih dahulu turun ke lapangan di Mbay, Kabupaten Nagekeo.
“TASPEN Group turut berduka cita mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Flores. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan respon cepat TASPEN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di pengungsian. Selain bantuan kelembagaan, secara pribadi saya dan Pak Direktur Investasi juga menambah donasi senilai Rp15 juta untuk penanganan khusus warga terdampak di Desa Wolowae,” ujar Fary Djemy Francis.
