Lega menekankan pentingnya menjadikan festival sebagai ruang mempererat persaudaraan, bukan sebagai ajang persaingan antarmasyarakat.
“Jaga persaudaraan, jaga keakraban dan keharmonisan kita,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Kelurahan Oesapa merupakan wilayah yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan daerah di Indonesia. Karena itu, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan.
Pada kesempatan itu, Lega menyampaikan apresiasi kepada panitia, pemerintah Kelurahan Oesapa, para tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan festival.
Ia berharap festival tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat persaudaraan, menemukan dan mengembangkan bakat, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya.
“Mari kita jaga budaya, jaga kebersamaan, bangun manusia, dan terus membangun Kota Kupang sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Festival Budaya dan Lomba Tarian Kelurahan Oesapa Tahun 2026 kemudian dinyatakan resmi dibuka oleh perwakilan Wali Kota Kupang.(***)





