Jakarta – Pemerintah merespons aksi mahasiswa yang menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menegaskan komitmen untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan program. Pemerintah menilai kritik dan masukan dari masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, merupakan bagian penting dalam memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Ratusan mahasiswa dari sejumlah universitas di Jakarta menggelar demonstrasi di depan kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi pada Senin, 4 Mei 2026. Massa aksi berasal dari berbagai kampus, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Universitas Pancasila, serta aliansi Cipayung Plus. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pelaksanaan program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
Pemerintah menegaskan bahwa MBG merupakan salah satu program prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Dalam implementasinya, pemerintah terus melakukan penyesuaian di berbagai aspek, mulai dari distribusi, pengawasan kualitas makanan, hingga kesiapan infrastruktur pendukung di daerah.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan yang berkembang di masyarakat. “Kami terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan agar program ini berjalan lebih optimal serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
