Sebab kepedulian memang tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang ia lahir dari meja sebuah kedai kopi, dari obrolan beberapa anak muda, dari musisi yang bersedia tampil, dari MC yang menjaga acara tetap hidup, dari kotak donasi yang diedarkan, dari wartawan yang memilih datang dan memberitakan, dari dokter muda yang bekerja di balik layar, atau dari polisi yang membantu memastikan kegiatan berjalan aman.
Dan mungkin, pada akhirnya, pesan paling sederhana dari malam itu adalah ini: kalau kami belum bisa datang ke sana, setidaknya kami bisa mengirim sesuatu dari sini.
Konser Amal Pemuda Malaka Peduli Flores menjadi catatan kecil tentang bagaimana anak muda Malaka memilih untuk tidak hanya menyaksikan bencana dari kejauhan. Mereka memilih bergerak dengan cara yang mereka bisa, dari tempat mereka berdiri. (***)




