“Mohon maaf saya tidak bisa hadir di acara penyerahan bantuan, tapi hati saya bersama adik-adik sekalian,” ujar dr. Christian.
Menurutnya, dampak bencana yang dialami keluarga di Flores dapat berpengaruh terhadap dukungan ekonomi bagi mahasiswa yang sedang berkuliah di Kota Kupang.
“Mungkin adik-adik terhambat kiriman dari orang tua. Semoga sedikit bantuan ini bisa membantu adik-adik,” katanya.
Wali Kota berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan mahasiswa sekaligus membantu mereka tetap fokus menjalani pendidikan.
Mewakili Wali Kota, Ignasius Repelita Lega mengatakan bantuan tersebut mungkin belum dapat menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi mahasiswa dan keluarga mereka.
Namun, menurutnya, bantuan itu memiliki makna lebih luas sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa yang berada jauh dari daerah asal tetapi ikut merasakan dampak bencana.
“Lebih dari itu, terimalah bantuan ini sebagai tanda bahwa ada banyak orang yang peduli terhadap kalian,” ujar Ignasius.
Ia menegaskan, kepedulian merupakan bagian penting dari pembangunan.
“Pembangunan bukan hanya soal membangun gedung atau mengelola angka-angka dalam anggaran, tetapi pembangunan juga berarti membangun kepedulian,” katanya.
