Menurutnya, dukungan pemerintah harus direncanakan secara rasional, efisien, dan proporsional agar tidak mengurangi perhatian terhadap cabang olahraga lainnya.
“Selama anggaran ada, pasti kami bantu. Namun, saya minta perencanaannya rasional agar cabang olahraga lain juga mendapatkan perhatian yang seimbang,” ujar dr. Christian.
Ia menegaskan, perencanaan yang matang juga menjadi kunci agar program olahraga dapat dilaksanakan secara efektif dan tidak menimbulkan persoalan administrasi maupun revisi anggaran berulang.
Wali Kota juga meminta ASKOT PSSI tidak berhenti pada penyelenggaraan kompetisi, tetapi memastikan setiap talenta muda mendapatkan ruang untuk berkembang.
Menurutnya, Kota Kupang memiliki potensi besar untuk melahirkan pesepak bola berkualitas. Potensi tersebut perlu dijaga melalui pembinaan yang konsisten, fasilitas yang tersedia, serta pemenuhan hak atlet secara layak.
“Kembangkan terus bakat-bakat muda ini dan berikan hak-hak mereka secara layak. Kita punya infrastruktur yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang atlet,” tegasnya.
Dari lapangan usia dini, perhatian kemudian diarahkan pada agenda yang lebih besar, yakni ETMC. dr. Christian mendorong ASKOT PSSI membangun manajemen tim yang lebih kuat dengan membuka ruang kolaborasi bersama dunia usaha dan para pencinta sepak bola.





