“Pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran penting. Karena itu seluruh transaksi dan pengelolaan keuangan akan dilakukan secara lebih akuntabel dan berbasis digital,” ujarnya.
Pilar ketiga yang menjadi andalan Flobamor adalah pengembangan NTT Mart sebagai etalase produk unggulan UMKM daerah. Pada September 2026, tiga gerai baru NTT Mart dijadwalkan mulai beroperasi di sejumlah titik strategis di Kota Kupang.
Direktur Ekonomi Kerakyatan PT Flobamor, Leonardo A.R. Waleng, mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan yang menjadi prioritas pembangunan daerah.
Menurut dia, dalam beberapa bulan terakhir perusahaan telah melakukan kurasi terhadap berbagai produk lokal agar memiliki kualitas dan daya saing yang lebih baik.
“Produk UMKM NTT memiliki potensi besar. Tantangannya adalah memastikan kualitas dan akses pasar sehingga mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Flobamor juga menggagas pembangunan laboratorium pangan atau Food Lab bekerja sama dengan Uma Kanaru Institute. Fasilitas ini akan membantu proses pengujian kualitas, keamanan pangan, dan sertifikasi produk UMKM.
